Wednesday, February 20, 2013

Pernah Jatuh Cinta?

Pernah jatuh cinta? Bagaimana rasanya? Hati mendadak selalu berbunga-bunga? Semua orang tiba-tiba memiliki wangi yang sama dengan parfumnya? Hati cetar-cetar saat ada yang menyebut namanya? Atau mungkin ada yang sudah menjalin hubungan terhitung lama, lalu dunia serasa hanya milik berdua, bahkan meyakini diri bahwa memang dialah yang dijodohkan Allah untuk kita? Itulah salah satu bagian ‘kebahagiaan’ yang dirasakan oleh dua orang yang sedang kasmaran.
Tapi tunggu dulu, masih ada bagian lain yang tak boleh kita abaikan, yaitu bagian ‘kesedihan’. Kenapa? Karena suatu hubungan tak akan pernah luput dari masalah. Kadang cemburu, salah paham, kurang komunikasi, jarang bertemu, ngambekan, terlalu sibuk, posesif, dan masih banyak lagi. Yang harusnya baik-baik aja, eh malah jadi masalah besar. Yang kecil dibesar-besarin, yang besar malah makin dibesarin. Yang tadi judulnya bahagia mulai diliputi galau, labil, murung sana-sini. Lelah deh. Hehe.
Aku pribadi udah tau banget lika-liku hubungan yang disebut ‘pacaran’. Gimana enggak, mantan udah punya beberapa, bahkan yang terakhir udah serius banget ‘kayaknya’. Inget dan digaris bawahi ya, ‘kayaknya’. Kalem aja kayak katanya Yusuf Mansur. Hihi.
Tapi ya itu dia, hidup gak sesederhana itu guys. Manusia emang berencana tapi apapun itu tetep Allah yang nentuin. Biar enteng dan gak kerasa memberatkan, aku bakal share sesuatu yang tidak menghakimi melainkan suatu opini yang bebas direnungkan oleh masing-masing diri kita.
Kamu mungkin emang udah pede banget kalo yang kamu rasain sekarang itu ‘cinta’. Tapi hellooow, yakin bgt? Mii apah? Ciyus? Oke deh kalo emang yakin banget, tapi aku nanya dulu. Cinta yang kamu bangga-banggain sekarang apah bener-bener bisa bikin kamu bahagia? Bisa bikin kamu bebas dari rasa sakit? Ini masih sakit di dunia, gimanah sakitnya ntar di akhirat? Eh udah mulai berat nih bahasannya kalo bawa-bawa akhirat. Hehe.
Tapi emang gitu kenyataannya, coba deh liat sekeliling kalian. Berapa banyak orang yang pacaran, gonta-ganti, putus-nyambung, emang yang mana diantara mereka berakhir di pelaminan? Ada emang, tapi gak banyak. Rata-rata yah berakhir putus. Jleb banget pokoknya. Ato ada juga yang pacaran udah bertahun-tahun, trus nikah tapi akhirnya malah cerai. Nah ini lebih jleb lagi.
Dear pembaca, itu semua juga masih belum seberapa jleb. Karena sekali lagi aku bilangin, ini masih di dunia. Percaya gak kalo dunia itu cuma sementara dan akhirat yang bakal kekal?
Kalo gak percaya, nih dikasih ayatnya :

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan... Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.”
(QS Al Hadid : 20)

“Dan akhirat itu adalah lebih baik dan lebih kekal.” (QS Al Alaa : 17)

“... Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan di dunia itu (dibandingkan dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sangat kecil).”
(QS Ar Ra’d : 26)

Jadi gimana, udah percaya sekarang? Dengan segala kerendahan hati untuk tidak bermaksud menggurui, aku cuma pengen membuka suatu opini dan terpulang pada pembaca tentang bagaimana menanggapinya. Karena jika ‘pacaran’ yang mengatasnamakan ‘cinta’ itu terus dipupuk dan seolah menjadi suatu hal yang wajar di mata masyarakat dewasa ini, padahal sudah jelas dilarang oleh Allah. Lalu apa tujuan ini semuanya? Hanya sekedar memperoleh kebahagiaan dunia? Apa kita tidak menginginkan membangun suatu cinta yang diridhoi oleh Allah? Apa kita tidak pernah bermimpi menghabiskan seluruh waktu kekal di akhirat nanti bersama pasangan hidup kita?
Bukankah kita semua sudah berada di dunia? Lalu untuk apa lagi menjadikan dunia sebagai tujuan? Seharusnya kita menjadikan akhirat sebagai tujuan karena kita memang belum tiba disana. Dan segala tujuan kita, tentu membutuhkan bekal. Percayalah, apapun yang dilakukan dengan mengatasnamakan cinta yang hakiki akan memberikan kebahagiaan yang hakiki pula. Dan hanya Allah lah Zat Mahacinta itu, Zat yang paling layak menguasai seluruh hati dan jiwa kita makhluknya.
Aku pribadi merasa sangat sulit untuk berhijrah, dari seorang aktivis pacaran mendadak merevolusi diri untuk menolak segala atribut pacaran. Bahkan kini berkeinginan menjadi seorang aktivis dakwah. Tapi ada satu hal yang slalu aku ingatkan pada diriku sendiri saat nafsu jahiliyahku mulai terpicu dan ingin menyala lagi. Kalian tau apa?

Cukup satu kata, yaitu ‘kematian’
“Mereka yang melazimkan hati mengingat mati, akan merasa kecil dunia ini dan menjadi ringan semua yang ada padanya.” (Hasan Al-Bashri)

Tak banyak yang dapat aku katakan, karena sungguh, memanusiakan manusia itu adalah hal yang paling sulit menurutku. Aku disini tidak merasa berada di posisi benar apalagi sempurna sehingga mengganggap orang lain di luar sana salah. Aku bahkan slalu merasa menjadi seorang perempuan yang tak layak dan mungkin tak akan pernah layak menyampaikan satu ayat pun dalam Al-Quran. Tapi demi Allah, aku sangat menginginkan hijrah dari jurang kemaksiatan menuju puncak keridhoanNya. Semoga semuanya dijadikan proses yang kuat dan menguatkan. Amin.
Ku akhiri tulisan ini dengan satu kutipan ayat sebagai bahan perenungan kita semua :
“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka. Sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepadanya, Kami siksa mereka dengan tiba-tiba, maka mereka langsung terdiam berputus asa.” (QS Al An’am : 44)

No comments:

Post a Comment