Friday, May 3, 2013

Selamat Tinggal Tuhanku, Aku Perempuan Merdeka


Aku ingat di hari itu, hari yang pernah sangat aku syukuri. Dan sekarang mendadak menjadi hari paling menggelikan sekaligus mengenaskan bagiku. Dulu aku seolah menyerahkan seluruh hatiku pada dia yang tiap saat dapat aku dengar, lihat atau sentuh. Namun tiba-tiba aku memilih menghilangkan semua rasa itu dan lihatlah sekarang, aku seolah sedang dimabuk cinta pada Dia yang tak pernah sama sekali aku dengar, lihat atau sentuh. Benar-benar lelucon yang aku syukuri dengan segenap jiwa dan raga.
Bahkan aku ingat saat semua itu berawal. Terkesan manis dan menyenangkan pada permulaan, namun semakin hari semakin terkikis dengan kefanatikan kami. Aku mulai kehilangan banyak hal, segala kegiatan organisasi aku tinggalkan, teman-temanku, sahabat-sahabatku bahkan diriku sendiri. Aku seolah tak mengenal Derry Oktriana lagi. Satu-satunya hal yang membuat aku bertahan adalah rasa itu, rasa yang selalu jadi kiblat seluruh jalinan ini.
Kadang aku sempat bertanya, mana Derry Oktriana yang selalu ingin berada di barisan depan untuk menyuarakan pendapatnya? Mana Derry Oktriana yang selalu memberontak saat dijajah? Mana Derry Oktriana yang pernah mencintai organisasi, sahabat, dan keluarganya lebih dari dirinya sendiri? Mana Derry Oktriana yang kerap kali membaca buku setebal dosa yang hanya dipenuhi dengan tulisan-tulisan? Mana Derry Oktriana yang selalu menyediakan waktunya untuk menulis pantun, puisi, artikel dan tulisan-tulisan lainnya? Kemana perempuan yang bernama Derry Oktriana ini? Ia kemana? Sepertinya ia tertawan sebagai budak tuhannya, tuhan barunya.
Menghamba dalam keadaan setengah sadar atau mungkin benar-benar sadar. Namun sekarang lihatlah, perempuan ini berhasil bangkit. Memilih untuk merdeka dan meninggalkan tuhannya. Perempuan ini yang memilih membebaskan dirinya, jika kemudian Allah menurunkan perisai langit meski dalam bentuk kesakitan dan pengkhianatan, itu keuntungan baginya. Benar-benar sebuah keuntungan dunia dan akhirat, insyaAllah.
Ada satu hal yang semua orang harus tahu dan pahami dengan benar bahwa seseorang yang terlihat kuat di luar sana belum tentu benar-benar kuat, namun ia tahu benar, kebodohan paling bodoh adalah membiarkan dirinya terlihat lemah, ia lebih memilih untuk membuang semua kelemahan itu, karena ia tahu benar bahwa ia memiliki Zat Yang Mahakuat.
Layaknya diriku ini, aku pernah berdoa padaNya:
“Ya Rabb, aku katakan padaMu di sore ini dengan setengah berteriak disertai tangisan pecah yang memenuhi seluruh sudut kamarku. Aku memanggil namaMu berkali-kali, Ya Rabbi ya Rabbi ya Rabbi, aku sedang berbicara denganMu sekarang, tolong dengarkan aku, sebentar saja. Aku bertanya padaMu, pernahkah aku meminta agar semua ini dimudahkan? Jika memang pernah, maka aku tarik seluruh kata-kataku itu. Sekarang aku katakan padaMu dengan lantang, jika di hujan ini, ntah ada berapa ribu, juta, atau milyaran malaikat yang turun, maka tolong katakan pada mereka semua, kelilingi aku, lindungi pertahananku, karena aku benar-benar lelah, aku muak, aku ingin menghentikan semua ini. Tapi satu hal ya Rabb! Aku takkan memintamu lagi tuk memudahkan ini semua, tak akan pernah! Aku memintaMu untuk menguatkan pundakku, mengokohkan seluruh tubuhku dan menjadikan hatiku mampu membendung ini semua. Mampu menjadi tempat persinggahan kesakitan ini. Mengapa aku menyebutnya ‘persinggahan’? Karena ianya hanya sementara, ia akan luput dariku. InsyaAllah. Aku percayakan diriku sepenuhnya dalam janjiMu.”
Aku ingat firmanMu yang berbunyi :
“(Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak pula ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”
(Al-Baqarah ayat 112)
"Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan."
(Asy-Syarh ayat 5-6)
Bukankah jika aku memintaMu untuk memudahkan ini semua, maka aku tak lebih dari anak kecil yang meminta ujian kelulusan di level pendidikan rendah? Aku ingin lulus ujian yang besar, agar Engkau berkenan menaikkanku beberapa derajat lebih tinggi. Semakin dekat dengan hakikat diriMu.
Tapi satu hal ya Rabb, satu hal yang aku memaksaMu untuk mengabulkannya. Tolong, jangan pernah tinggalkan aku sesaatpun. Dan jangan biarkan aku pergi lagi menjauh dari sisiMu. Saat aku mulai mengambil jalan yang membelokkan aku dariMu, tarik aku sekuatnya. Kembalikan aku pada jalanMu yang lurus. Aku tak peduli meskipun jalan yang Kau berikan menanjak dan penuh kerikil tajam. Aku relakan tiap tetesan darah yang mengalir dari tapak kakiku. Saat aku tak mampu lagi berjalan dengan kaki penuh luka ini, maka aku akan menyeret diriku. Aku tak mau kehilangan Engkau lagi ya Rabb, benar-benar tak mau. Tolong aku, aku benar-benar memohon padaMu.
Kadang aku berfikir, ntah butuh berapa ribu kalimat lagi yang harus aku lantunkan dalam doa agar semua kesakitan ini hilang. Kemudian aku benturkan alam bawah sadarku dengan seluruh nikmatMu. Tak ada satupun yang layak aku keluhkan. Tak ada satupun! Bahkan jika seluruh samudra dijadikan tinta untuk menulis seluruh kalimatMu itupun masih belum cukup meski ditambah dengan samudra sejumlah yang sama. Masha Allah.
Aku tutup tulisan ini dengan menyungkur bersujud padaMu wahai Zat Mahabenar.
“Ya Allah ya Rabb, aku telah berhasil memilih kembali ke jalanMu atas izinMu, kokohkan perjalanan ini, aku tak peduli jika ianya terjal dan berliku, menanjak dan berduri asalkan Engkau menapakinya bersamaku. Tuntun aku wahai Zat Yang Maha Pemberi Petunjuk. Kuatkan pundakku, berikan cahaya tepat di hatiku, sehingga ia mampu terus bersabar, ikhlas dan tawakkal meski dihantam kesakitan dan kepedihan. Biarkan aku mati dalam keadaan penuh rasa syukur atas cinta dan kasihsayangMu. Aku mencintaiMu dengan sangat ya Rabb. Tolong sampaikan salam rinduku untuknya, Rasul penuh cinta, Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Amin amin ya Rabbal ‘alamin.”





4 comments:

  1. membaca bukumu rasanya hampir sama seperti yang aku rasakan kak

    ReplyDelete
    Replies
    1. sabar yah, tetep kuat dan semoga istiqomah dalam kebaikan, barakallah ^^

      Delete
    2. subhanallah kak . :') buku kaka masya allah skali ka,,

      Delete
  2. saya ingin beli bukumu ka. dimana saya harus membelinya ?
    tolong konfirmasi ke email ku yah ka , terimakasih
    shadowssakspli@gmail.com

    ReplyDelete