Showing posts with label #7 Part Seven. Show all posts
Showing posts with label #7 Part Seven. Show all posts

Saturday, April 5, 2014

Testimonies





Alhamdulillah, setidaknya rasa cinta ini bertambah dan air mata jatuh pada-Nya, terima kasih. Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT dan hijrah lebih baik lagi. (Azalea, Depok)

Terima kasih atas segala motivasi Anda, hatiku sangat tergugah setelah membaca karya Anda, sangat bermanfaat, kunanti karya-karyamu yang akan datang. (Dewi Saputri Sussang)

Alhamdulillah nambah ilmu dan rasa cinta kepada-Nya dan kekasih-Nya, air mata pun jatuh teringat akan setiap kesalahan. Semangat terus untuk istiqomah selalu di jalan-Nya. Semoga draft kasarnya bisa cepat jadi draft halus deh, gak sabar mau baca novel karya kakak lagi. (Ima Nurafiyanti)

Bukunya Mbak Derry telah memilih saya, gak tahu kenapa justru judul dan cover bukunya kuat banget daya tariknya, ternyata di dalamnya jauh lebih menarik. Baca buku Mbak kayak sahabat yang menampar langsung ke pipi, tegas lugas. Terima kasih. (Fitri Ariyani)

Salam kenal kak, luar biasa bukunya, membuat saya terharu, rasanya ingin bercerita panjang sama kak Derry. (Rully Octavia)

Buku kaka yang judulnya ‘Selamat Tinggal Tuhanku, Aku Perempuan Merdeka’ bukunya keren banget, banyak nilai-nilai positif yang saya ambil dari buku kaka, saya tersentuh sekali saat membaca tulisan-tulisan kaka, temen-temen saya juga suka. (Elisa, Banjarmasin)

Aku udah selesai membaca buku Mbak, bukunya bagus banget, aku harap Mbak terus menulis buku-buku seperti ini karena sangat diperlukan oleh remaja zaman sekarang, terima kasih banyak atas inspirasinya. (Anon)

Saya mau berterima kasih atas buku yang sudah kaka tulis dan terbitkan, saya belajar banyak dari tulisan kaka, semoga Allah memberikan yang terbaik buat kaka. (Aldair Imaduddin, Bandung)

Hmm, habis baca buku Mbak, rasanya pengen meluk dan sharing dengan Mbak. (Yani, Makassar)

Salam kenal. Saya salah satu dari pembaca buku yang judulnya ‘Selamat Tinggal Tuhanku, Aku Perempuan Merdeka’. Saya sangat berapresiasi sekali dengan buku ini. (Encep)

Pertama kalinya aku merasakan betapa nikmat menangis di bawah sujud. Teruslah berkarya kak, semoga Allah memberkahi kaka dengan karya-karya. Syukron. (Yulia Anis)

Subhanallah, Maha Suci Allah yang senantiasa mengingatkan hamba-Nya untuk berendah hati. Baru sepersepuluh bagian yang saya baca, dan dari mukadimahnya hingga lembar di halaman 30 tak ada pesan yang tak berarti, tak ada hiasan yang seindah untaian kata yang sangat apa adanya ini, dan tak ada yang begitu menenangkan ketika kita menyadari kehinaan dalam suatu penyesalan dan permohonan maaf kepada-Nya. Terima kasih telah menjadi salah satu hamba yang menunjukkan titik terang hati untuk selalu istiqomah di jalan-Nya. #SELAMAT TINGGAL TUHANKU, AKU PEREMPUAN MERDEKA# Semoga Allah lebih banyak melahirkan duplikasi hamba seperti Anda. (Anon)

Aku udah baca buku kakak dan sangat tertarik, aku temukan hidayah di lembaran-lembaran tulisanmu. (Titiek Vrihatin, Jambi)

Kakak, adek udah baca lhoo bukunya kak Derry, iih bagus banget kak, rasanya pas udah abis baca pengen baca lagi kak.(Silviola Heriza, Aceh)

Kak, aku baru saja membaca buku kakak, subhanallah, isinya sangat menyentuh hati ini dan merubah diriku menjadi lebih baik insya Allah. (Nurul Shasya)

Kaka aku udah baca buku kaka, bagus banget. Sodara aku juga pada beli bukunya malah dibaca berkali-kali. Semoga sempet nulis buku terbaru dan ceritanya membuat pembaca makin terinspirasi buat selalu ke jalan Allah. (Dewi Masitoh, Jakarta)

Salam kenal, saya salah satu pembaca buku Mbak, sangat menginspirasi, belum selesai bacanya, tapi entah kenapa ingin menghubungi penulisnya. Semoga bisa sharing tentang Islam dan perempuan serta mempererat ukhuwah. (Ifa)

Thanks atas pelajarannya. Gak tau mau komen apa. Intinya terima kasih aja. Minimal saya bisa belajar bagaimana memperlakukan perempuan. Ini bukunya udah dijadikan buku wajib buat adik-adik perempuan di himpunan. (Waisul, Makassar)

Ini Ira yang suka baca tulisan kakak dari Medan. Semoga sukses selalu ya kak. (Ira, Medan)

Aku udah khatam baca bukunya, menurutku edisi abi otw yang paling kocak, insya Allah nanti pada waktunya kakak bakal dipertemukan dengan calon imam kakak, seperti layaknya Fatimah dan Ali, aamiin. (Rahma, Jakarta)

Berharap Derry sambung lagi tulisannya. (Hariyanti)

Kalo yang posisinya lagi pacaran baca buku yii mungkin berasa diomelin. Kalo yang baru putus akan ngerasa terkuatkan. Kalo posisinya udah jadi orangtua bakal makin ngelindungin kehormatan anak-anaknya. Kalo aktivis dakwah baca buku itu dan posisi dia lagi lengah, bakal berasa diomelin, serasa yii bilang gini, “Ayo dong bangkit, gak ada waktu lagi buat leye-leye, banyak perempuan yang perlu pundak kita, jangan biarin keduluan pundak-pundak yang lain.” Kata temen, dia suka gaya ceritanya, tiap judul cuma dikit-dikit, gak banyak basa-basi dan dia suka bagian cerita Ali dan Fatimah. Kalo kakak paling suka tentang perempuan pembuka pintu surga, bikin bangga profesi ibu rumah tangga. Lalu buat calon abi, mungkin dia bakal ngerasa dapet petunjuk lebih jelas tentang penulis dan memberanikan diri untuk selanjutnya, hehehe. (Rohmah Ruyani, Karawang)

Sebagai orang yang bisa dibilang kenal sama penulis, takjub sama perubahan yang penulis alami. Salut sama sistem dakwah yang gak tua dan kuno ini. Dari segi isi buku, aku lebih nganggap ini NASI PADANG! As you know, tau sendiri isi nasi padang apa aja kan? 1 porsi udah bikin kenyang banget. Santapan selezat itu dibungkus dengan hal sederhana. Isinya macem-macem, ada nasi yang empuk buat nambah ilmu, ada cabe yang pedas buat nyindir-nyindir diri sendiri, ada lauknya yang berlemak tapi tetap bikin nagih buat dibaca. Congrats yii. Bukunya AWESOME! (Pandu Wijaya Saputra, Pekanbaru)

Tentang perempuan, saya tidak tahu banyak dan saya tidak ingin menebak-nebak. Apa yang penulis tulis adalah buku yang bagus dan berani. Pembaca khususnya perempuan akan merasakan bagaimana dicaci dan dibenci oleh diri sendiri pada setiap partnya untuk kemudian ‘bangun’ dengan mata, telinga serta mulut tertutup untuk memudahkan hati menuntun ke jalan yang lurus. Kalimat ‘Save the best for the last’ barangkali menjadi kalimat yang tepat untuk keseluruhan buku ini, buat yang penasaran, selamat membaca. (Rifo Aditya, Tanjungpinang)

Alhamdulillah saya diperkenankan membaca buku ini oleh Allah, isinya keren banget asli. Meski baru sampai seratus halaman, tiap bab penuh kejutan, full motivasi, lugas, bahasa yang mudah dipahami dan tetap bernilai sastra tinggi. Penuh nasehat tanpa bermaksud menggurui. Pokoknya keren. (Suharto Seto, Tangerang)

Sunday, December 8, 2013

Derry Oktriana 1st Book, 15 December 2013

Bismillah, tulisan kali ini dikhususkan untuk membahas sekelumit tentang buku perdana yang penulis susun dengan judul ‘Selamat Tinggal Tuhanku, Aku Perempuan Merdeka’. Buku ini diterbitkan melalui penerbit Indie Publishing dengan ukuran 14x21cm dan tebal sekitar 386 halaman. Adapun tema yang diangkat dari buku ini adalah mengenai perjuangan seorang perempuan yang berusaha berhijrah dari masa jahiliyah menuju masa yang penuh dengan nilai-nilai Islam. Selama perjalanannya, dibahas pula mengenai banyak hal tentang para pemuda dengan peradabannya, para perempuan dengan kehormatannya, para orangtua dengan sikapnya, para aktivis dakwah dengan perjuangannya hingga tentang perasaan penulis saat merayakan kematian Ayahnya dan luluh lantaknya ekspektasi penulis saat satu sosok laki-laki yang ia kagumi selama ini mendadak memproklamirkan dirinya sebagai seorang ateis. Dan dari keseluruhan rentetan perjalanan itu akan mengantarkan para pembaca tentang definisi baru dari ‘pemuda’, ‘ekspektasi’, ‘kehormatan’ hingga ‘kematian’. Besar harapan penulis agar para pembaca dapat menyelami lautan hikmah yang diangkat dari kisah-kisah nyata di dalamnya. Berikut penulis lampirkan beberapa kalimat yang terdapat di dalam buku ini: