Showing posts with label #3 Part Three. Show all posts
Showing posts with label #3 Part Three. Show all posts

Wednesday, February 20, 2013

Pernah Jatuh Cinta?

Pernah jatuh cinta? Bagaimana rasanya? Hati mendadak selalu berbunga-bunga? Semua orang tiba-tiba memiliki wangi yang sama dengan parfumnya? Hati cetar-cetar saat ada yang menyebut namanya? Atau mungkin ada yang sudah menjalin hubungan terhitung lama, lalu dunia serasa hanya milik berdua, bahkan meyakini diri bahwa memang dialah yang dijodohkan Allah untuk kita? Itulah salah satu bagian ‘kebahagiaan’ yang dirasakan oleh dua orang yang sedang kasmaran.
Tapi tunggu dulu, masih ada bagian lain yang tak boleh kita abaikan, yaitu bagian ‘kesedihan’. Kenapa? Karena suatu hubungan tak akan pernah luput dari masalah. Kadang cemburu, salah paham, kurang komunikasi, jarang bertemu, ngambekan, terlalu sibuk, posesif, dan masih banyak lagi. Yang harusnya baik-baik aja, eh malah jadi masalah besar. Yang kecil dibesar-besarin, yang besar malah makin dibesarin. Yang tadi judulnya bahagia mulai diliputi galau, labil, murung sana-sini. Lelah deh. Hehe.
Aku pribadi udah tau banget lika-liku hubungan yang disebut ‘pacaran’. Gimana enggak, mantan udah punya beberapa, bahkan yang terakhir udah serius banget ‘kayaknya’. Inget dan digaris bawahi ya, ‘kayaknya’. Kalem aja kayak katanya Yusuf Mansur. Hihi.

Tuesday, February 19, 2013

A Friend in Need is A Friend Indeed



Kali ini aku hanya ingin mengutip beberapa pesan melalui sms, bbm atau beberapa komentar di dunia maya. Semoga dengan ini, dapat terus mengingatkanku tentang mereka yang masih ada saat aku terpuruk. Dan tentunya aku akan terus bangkit dengan hati yang baru, jiwa yang baru dan segala pembaruan ke arah yang lebih baik. Karena Allah ada disana. Bismillah.
Nama pertama : Andam Dewi Pertiwi
Andam    : Katanya, beras merah, salmon, daging kalkun, & banana split bisa meningkatkan serotonin, senyawa yang bisa bikin jiwa tenang dan bahagia, coba deh, hehe, tapi pakek doa aja, gratis dan bisa sepuasnya lagi
Aku           : Iyah ndam, kadang kita emang gak punya pundak untuk bersandar, tapi inget aja kalo kita slalu punya tanah untuk bersujud :’)
Andam    : Mantap, ini baru yang namanya yii (^_^)

Nama kedua : Maya Sofia Suhendar
Maya        : Yii kenapa? Tentor maya harus semangat n optimis dong kayak yii yang dulu slalu nyemangatin Maya
Aku           : *speechless* makasih May :’)

Nama ketiga : Rohmah Ruyani
Kakak       : Gimana kabar Tanjungpinang yii?
Aku           : Kabar pinang baik kak, kabar adek nih yang mengkhawatirkan, hehe

Bacalah dan Berbahagialah


Tulisan ini adalah tulisan yang ditulis dari sudut pandang pribadiku. Ditujukan kepada orang-orang yang masih meragukan ‘kinerja alam semesta’ terhadap hidup dan kehidupan kita. Semoga dengan sekelumit kisah yang akan aku paparkan kali ini, dapat menginspirasi kita semua mengenai betapa Mahabijaksananya Allah SWT. Amin.
Kisah pertama dimulai dari sebuah musholla di fakultasku. Hari itu aku masih dalam keadaan sangat-sangat terguncang dan benar-benar rapuh. Mungkin jika seluruh lagu sedih di dunia dikumpulkan menjadi satu, belum juga cukup untuk mewakili kesedihanku. Setelah menunaikan shalat sunnah Dhuha lalu dilanjutkan dengan tilawah, aku bermunajat kepada Allah agar Dia berkenan memberi aku petunjuk. Untuk mengobati hatiku dengan segera sebelum aku membinasakan diriku sendiri. Bersabar dan terus bersabar, hanya itu yang bisa aku lakukan. Dan ntah kenapa, aku tiba-tiba sangat ingin menyandarkan punggungku sejenak di lemari kaca yang berisikan buku-buku perpustakaan Al-Azzam.
Tak lama berselang, aku mendadak mengangkat tanganku dan mengambil salah satu buku di dalamnya tanpa melihat ke dalam lemari buku. Saat aku meletakkan buku yang aku dapati secara random itu tepat di hadapanku, aku sedikit kaget bercampur haru. Kedua mataku langsung berkaca-kaca dan nafasku mulai tak beraturan. Kalian tau kenapa? Karena alam semesta memberikan aku jawaban. Buku tersebut berukuran agak kecil dan berwarna ungu. Dan di sampul depannya tertulis, “Wahai Kaum Wanita Jangan Bersedih, Jadilah Anda Wanita yang Paling Bahagia”. Sebuah karya luar biasa dari Dr.‘Aidh bin ‘Abdullah Al-Qarni.
Tak perlu waktu lama untuk aku melahap habis lembar demi lembar yang diisi dengan senyuman, tawa kecil hingga tangis penuh syukur dan bahagia. Kini biarkan aku mengutip bagian persembahan dari buku ini :

Sunday, February 17, 2013

Kalian juga Keajaiban


Alhamdulillah. Kata ini yang aku gunakan untuk memulai seluruh tulisan ini nantinya. Sebuah tulisan yang diisi dengan penuh rasa syukur atas segala keajaiban hidup yang Allah titipkan padaku. Akan ada beberapa nama yang menghiasi tulisan kali ini. Beberapa orang teman sebaya dan seniorku.
Mungkin harus dimulai dengan satu nama anak perempuan yang duduk tepat disampingku saat mata kuliah Farmasi Fisika. Sebuah mata kuliah yang menjadi pembuka di tahun pertamaku menjadi seorang mahasiswi jurusan farmasi di Universitas Pancasila. Anak ini bernama, Andam Dewi Pertiwi. Gadis yang tampak sederhana, ramah dan cenderung tak banyak bicara. Tapi tentu saja itu hanyalah sebuah kesan pertama. Karena setelah ini akan banyak perubahan pandangan yang akan aku lemparkan tentang dirinya. Hehe.
Ya, Andam Dewi Pertiwi. Ntahlah, aku bingung harus menulis apa tentangnya. Dia seperti seorang teman yang komplit untukku. Dia sosok periang, cerdas dengan kalimat-kalimatnya yang kadang tak pernah terfikirkan olehku, ditambah lagi dengan berbagai gombalannya yang berbau farmasi. Dia benar-benar sosok gadis yang menyenangkan menurutku. Yah meski kadang ia terkesan menyebalkan karena kesibukannya yang slalu membuatnya harus mampir alias ‘nyangkut’ disana-sini. Ditambah lagi dengan sifat moodnya yang kadang-kadang mendadak berubah. Dia juga memiliki masalah dengan ketelitian, sedikit gugup dan kadang mengambil keputusan yang kurang rasional menurutku. Tapi ada satu hal yang akan aku ingat tentang dirinya, dialah yang menginspirasiku untuk meninggalkan semua celana jeans yang aku punya. Menggantinya dengan setelan rok atau gamis. Dan aku sebut ini ‘revolusi’ bukan ‘evolusi’ yang berjalan lambat.

Saturday, February 16, 2013

Keajaiban itu Aku


Pernah merasakan keajaiban? Atau pernah merasakan dikelilingi oleh keajaiban? Aku teringat sebuah kalimat Albert Einstein yang mengatakan bahwa ada dua cara untuk menjalani kehidupan, pertama menganggap keajaiban itu tidak ada, kedua mengganggap semuanya adalah sebuah keajaiban. Menurut Anda, apa yang akan terjadi selanjutnya? Ya, tentu saja jika kita memilih pilhan kedua, aku akan mengatakan dengan lantang kepada Anda, “Selamat menikmati keajaiban.” Karena hidup adalah pilihan, apa yang Anda rasakan dan Anda percayai adalah hal-hal yang memiliki kekuatan untuk terwujud. Itu nyata.
Mungkin harus ada contoh konkrit yang menunjukkan bagaimana keajaiban itu dapat terjadi. Bisa dimulai dari diri sendiri, orang-orang terdekat kita atau melalui biografi tokoh-tokoh tertentu. Kali ini aku akan membahas dari sudut pandang pribadi seorang Derry Oktriana.
Keajaiban, sebuah kata yang indah saat diucapkan. Memiliki sebuah daya magis yang tak mampu terdefinisi secara totalitas. Ada kekuatan Allah disana. Layaknya risalah langit yang turun melalui jemari para malaikat. Dan telah tertulis secara megah dalam Lauhul Mahfudz.
Tulisan kali ini akan membawa Anda untuk mencermati lebih dalam dengan hati nurani tentang segala keajaiban yang terjadi dalam hidup dan kehidupan Anda sendiri. Sebelumnya aku berharap Anda akan melakukan hal-hal yang aku tulis setelah ini. Janji ya. Hehe.